Mengenang Aki Ukis, Tokoh Adat Desa Sukamulya Pelestari Kidung Sawer Pengantin
49
Dilihat
2
Dibagikan
Deskripsi
Mengenang Aki Ukis, Tokoh Adat Desa Sukamulya Pelestari Kidung Sawer Pengantin
Desa Sukamulya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran kehilangan salah satu tokoh adat dan budaya terbaiknya. Aki Ukis, sosok sepuh yang dikenal luas sebagai pelestari dan penyanyi kidung sawer, telah berpulang ke Rahmatullah pada hari Selasa 27 Mei tahun 2025. Kepergian beliau meninggalkan duka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Desa Sukamulya.
Semasa hidupnya, Aki Ukis dikenal sebagai pribadi yang sederhana, ramah, dan sangat mencintai budaya leluhur. Beliau merupakan salah satu tokoh adat yang konsisten menjaga dan melestarikan tradisi kidung sawer, sebuah seni tutur dan nyanyian tradisional Sunda yang sarat dengan nasihat, doa, serta nilai-nilai kehidupan. Kidung sawer sering dibawakan dalam berbagai acara adat dan hajatan masyarakat, seperti pernikahan, khitanan, serta kegiatan budaya desa lainnya.
Melalui lantunan kidung sawer, Aki Ukis menyampaikan pesan-pesan moral, ajaran kebaikan, serta harapan bagi generasi penerus. Suara khas dan pembawaannya yang penuh penghayatan menjadikan setiap kidung yang dibawakan terasa hidup dan bermakna. Tidak sedikit masyarakat yang merasa tersentuh dan mendapatkan pelajaran berharga dari setiap bait sawer yang beliau nyanyikan.
Peran Aki Ukis sebagai tokoh adat tidak hanya sebatas sebagai pelaku seni, tetapi juga sebagai panutan masyarakat. Beliau kerap diminta pendapat dan nasihatnya dalam berbagai persoalan adat dan kemasyarakatan. Dengan kebijaksanaan dan pengalaman hidupnya, Aki Ukis menjadi figur yang dihormati dan disegani oleh warga Desa Sukamulya, dari kalangan orang tua hingga generasi muda.
Kepergian Aki Ukis pada tahun 2025 menjadi kehilangan besar bagi pelestarian budaya lokal Desa Sukamulya. Namun, nilai-nilai, ajaran, serta kecintaan beliau terhadap budaya Sunda akan terus hidup dalam ingatan dan praktik masyarakat. Pemerintah Desa Sukamulya bersama warga berkomitmen untuk menjaga dan meneruskan tradisi kidung sawer sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa Aki Ukis dalam melestarikan warisan budaya leluhur.
Dengan mengenang Aki Ukis, masyarakat Desa Sukamulya diharapkan dapat terus menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah serta menjadikannya sebagai identitas dan kekayaan desa. Semoga almarhum Aki Ukis mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan segala kebaikan serta pengabdiannya menjadi amal jariyah yang terus mengalir.
“Seluruh masyarakat Desa Sukamulya kehilangan sosok tokoh adat yang telah berjasa besar dalam melestarikan budaya leluhur. Semoga Almarhum Aki Ukis mendapatkan rahmat dan ampunan Allah SWT, serta nilai-nilai kebaikan yang beliau wariskan dapat terus hidup dan diteruskan oleh generasi penerus.”