Foto Artikel

“BUMDes Sukamadiri Tunjukkan Peran Strategis Lewat Panen Raya Jagung”

Berita Sukamulya 16 May 2026 Rina Agustin
119

Dilihat

5

Dibagikan

Deskripsi

Sukamulya, 16 Mei 2026
Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai kegiatan panen raya jagung yang dilaksanakan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sukamadiri pada hari Sabtu (16/05/2026). Kegiatan ini menjadi bukti nyata keberhasilan program ketahanan pangan desa yang didukung melalui pendanaan dari Dana Desa, sekaligus menunjukkan peran strategis BUMDes dalam menggerakkan perekonomian masyarakat berbasis sektor pertanian.

Panen raya yang berlangsung di RT 18 RW 06, Kelompok Tani Sukamaju 1, Desa Sukamulya, Kecamatan Langkaplancar ini tidak hanya menjadi momen panen biasa, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara pemerintah desa, kelompok tani, serta berbagai pihak terkait dalam mengoptimalkan potensi lokal.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah unsur penting, di antaranya Sekretaris Kecamatan Langkaplancar, Bapak Hikmat Priatna, S.IP., M.M. , yang hadir mewakili pemerintah kecamatan. Turut hadir pula Kapolsek Langkaplancar, Bapak Asep Dadi Mulyawan beserta anggota, sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan pembangunan desa yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Dari unsur Pemerintah Desa Sukamulya, hadir langsung Kepala Desa Bapak Jajang Somantri bersama jajaran perangkat desa. Hadir pula Ketua BPD Bapak Rosidin, serta Ketua BUMDes Sukamadiri Bapak Sahyo beserta anggota yang selama ini menjadi motor penggerak program tersebut.

Tidak ketinggalan, dukungan teknis dari sektor pertanian juga tampak melalui kehadiran perwakilan BPP Kecamatan Langkaplancar, Ibu Neni, yang didampingi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Sukamulya, Ibu Winda. Selain itu, hadir pula Ketua Gapoktan bersama para anggota kelompok tani se-Desa Sukamulya yang turut berperan aktif dalam proses budidaya hingga panen.

Peran pengamanan dan pendampingan wilayah juga terlihat dari kehadiran Babinsa Desa Sukamulya, Bapak Akhmad Ridho, yang selama ini turut mendukung kegiatan pertanian masyarakat sebagai bagian dari pembinaan teritorial.

Adapun jagung yang dipanen merupakan jenis jagung hibrida Syngenta, yang dikenal memiliki produktivitas tinggi dan kualitas unggul. Penanaman dilakukan pada Kamis, 29 Januari 2026, dan berhasil dipanen pada 16 Mei 2026, dengan masa tanam kurang lebih empat bulan.

Lahan yang digunakan dalam program ini memiliki luas sekitar 1,5 hektar, dengan target produksi panen mencapai kurang lebih 5 ton. Capaian ini menjadi indikator positif bahwa pengelolaan pertanian berbasis desa dapat memberikan hasil yang optimal apabila dikelola secara serius dan terencana.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sukamulya, Bapak Jajang Somantri menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan panen tersebut serta apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, mulai dari pemerintah kecamatan, kepolisian, pendamping pertanian, hingga para petani yang telah bekerja keras dari awal penanaman hingga panen. Ini adalah bukti bahwa jika kita bersinergi, hasilnya bisa dirasakan bersama,” ungkapnya.

Beliau juga menambahkan bahwa program ketahanan pangan melalui BUMDes ini akan terus dikembangkan, baik dari sisi luas lahan, peningkatan kualitas produksi, hingga penguatan sistem pemasaran hasil pertanian.

Sementara itu, perwakilan dari Kecamatan Langkaplancar menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kinerja Pemerintah Desa Sukamulya dalam memanfaatkan Dana Desa untuk kegiatan yang produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Kegiatan panen raya ini tidak hanya menjadi ajang seremoni, tetapi juga menjadi momentum evaluasi dan motivasi untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian di masa mendatang. Harapannya, program serupa dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga Desa Sukamulya mampu menjadi desa yang mandiri dalam pangan serta kuat dalam ekonomi masyarakatnya.

Dengan keberhasilan ini, BUMDes Sukamadiri kembali menunjukkan eksistensinya sebagai lembaga ekonomi desa yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat secara luas.